SERU! Kau Menatapku Dari Masa Lalu, Dan Aku Menangis Di Masa Depan

Baiklah, ini dia kisah Dracin dengan nuansa takdir yang kamu inginkan, berjudul 'Kau Menatapku dari Masa Lalu, dan Aku Menangis di Masa Depan': **Kau Menatapku dari Masa Lalu, dan Aku Menangis di Masa Depan** Angin musim semi berhembus lembut, menerbangkan kelopak *bunga persik* di Taman Terlarang. Bagi orang lain, itu hanyalah pemandangan indah. Namun bagi Lin Yi, aroma persik itu seperti pisau yang mengiris memorinya. Aroma itu... aroma seratus tahun lalu. Di tengah kerumunan mahasiswa, matanya terpaku pada satu sosok. Xiao Zhan. Pemuda itu, dengan senyum yang sama, tatapan yang sama... terasa begitu *familiar* hingga membuat jantung Lin Yi berdebar tak terkendali. *Mungkinkah?* Dulu, di era Dinasti Ming, Lin Yi adalah seorang selir kesayangan Kaisar. Xiao Zhan... adalah pengawalnya, seorang pendekar tanpa nama yang diam-diam mencintainya. Cinta terlarang itu bersemi di bawah rembulan, diwarnai dosa pengkhianatan. *“Janji… Lindungi aku, Lin Yi… di kehidupan selanjutnya,”* bisik Xiao Zhan sebelum pedang menembus dadanya, hukuman atas cinta mereka. Lin Yi, di kehidupan ini, adalah seorang mahasiswi sejarah yang berusaha melupakan mimpi buruk yang terus menghantuinya. Mimpi tentang darah, pengkhianatan, dan seorang pria yang mengorbankan segalanya untuknya. Setiap tatapan Xiao Zhan, setiap sentuhan tangannya, membangkitkan *fragmen* masa lalu. Lin Yi melihat kilasan istana megah, mendengar alunan kecapi yang memilukan, dan merasakan lagi ciuman terlarang di bawah pohon persik yang sama. Namun, ada yang berbeda. Xiao Zhan di kehidupan ini adalah putra dari keluarga Fu, keluarga yang sangat berkuasa. Dan keluarga Fu… adalah dalang di balik fitnah yang menimpa Lin Yi seratus tahun lalu. Lin Yi mulai menggali masa lalu. Perpustakaan kuno, catatan sejarah yang tersembunyi, semuanya menunjuk pada satu kebenaran pahit: Xiao Zhan, atau lebih tepatnya leluhurnya, telah menjebaknya. Mereka mengkhianatinya, demi kekuasaan dan ambisi. Haruskah dia membalas dendam? Haruskah dia menghancurkan Xiao Zhan, seperti keluarganya menghancurkannya di kehidupan sebelumnya? Namun, ketika menatap mata Xiao Zhan, Lin Yi melihat *kesedihan yang sama*. Kesedihan seorang pria yang tidak tahu apa-apa tentang dosa leluhurnya. Kesedihan seorang pria yang **mencintainya** tanpa syarat. Lin Yi memilih jalan lain. Jalan yang lebih menyakitkan, lebih menusuk jiwa. Dia menjauh. Dia menghilang. Dia membiarkan Xiao Zhan hidup dengan penyesalan yang tidak akan pernah bisa dia pahami sepenuhnya. Tidak ada teriakan, tidak ada sumpah serapah. Hanya KEHENINGAN. Keheningan yang lebih mematikan dari pedang manapun. Keheningan yang akan menghantui Xiao Zhan selamanya. Bertahun-tahun kemudian, di bawah pohon persik yang bermekaran, Lin Yi berdiri sendiri. Angin berbisik di telinganya, membawa suara dari masa lalu: *“Lin Yi… jangan lupakan…”*
You Might Also Like: 85 Fakta Menarik Sunscreen Lokal Dengan

Post a Comment