## Cinta yang Tak Lagi Menyakitkan Hujan gerimis membasahi kota, serupa air mata yang tak pernah benar-benar kering. Di beranda sebuah kedai kopi kecil, Lian duduk memandang jalanan yang berkilauan. …
**Tangisan yang Menjadi Alunan Pembalasan** Lorong istana menggema sunyi. Kabut tipis merayapi lantai marmer dingin, menelan cahaya obor yang berkedip lemah. Di ujung lorong, berdiri sosok yang tak a…
## Langit yang Menyaksikan Pengkhianatan Pertama Hujan kota Jakarta berbisik lirih di balik jendela apartemen Ji Eun. Tetesnya menari di kaca, mengaburkan lampu-lampu jalan yang menyala seperti kunan…
Baiklah, ini dia kisah dracin dengan judul 'Kau Memegang Tanganku di Balik Tirai, Sementara Dunia Bersorak Atas Kebohongan', dalam bahasa Indonesia: **Kau Memegang Tanganku di Balik Tirai, Se…
Baiklah, inilah kisah Dracin fantasi berjudul 'Rahasia yang Tak Lagi Menyakitkan': **RAHASIA YANG TAK LAGI MENYAKITKAN** **Bab 1: Lentera di Sungai Kematian** Air sungai beriak tenang, memant…
**Langit yang Menangis di Hari Reinkarnasi** Hujan di hari itu bukan sekadar air yang jatuh dari langit. Itu adalah ratapan pilu para dewa, saksi bisu hari reinkarnasi Putri Mei, yang seharusnya dipe…
**Janji yang Dibalut Darah dan Air Mata** Layar ponsel retak, sama seperti hatiku. Sinyal hilang, seperti janji *dia*. Di dunia yang remuk ini, di mana notifikasi cinta hanya berupa 'sedang menge…