Kisah Seru: Aku Mencintaimu Sampai Akhir Dunia, Bahkan Setelah Dunia Berhenti Berputar

Aku Mencintaimu Sampai Akhir Dunia, Bahkan Setelah Dunia Berhenti Berputar

Dunia kami adalah simfoni yang indah, Ji-hoon. Kau adalah konduktornya, dan aku, biolanya. Setiap senyummu adalah not yang sempurna, setiap tatapanmu adalah melodi yang membuat jantungku berdebar. Aku mencintaimu melebihi kata-kata, melebihi cakrawala, melebihi apa pun. Aku bersumpah akan mencintaimu sampai akhir dunia, bahkan jika dunia berhenti berputar.

Rumah megah kita, dulu istana cinta, kini terasa dingin dan hampa. Aroma parfum mahalmu yang dulu memabukkan, kini hanya mengingatkanku pada aroma kebohongan. Senyummu, yang dulu kurasa tulus, kini terasa seperti topeng yang sempurna.

Aku ingat pelukanmu, Ji-hoon. Dulu kurasa hangat dan melindungi, kini kurasa beracun, menjeratku dalam jaring-jaring ilusi. Kau berjanji akan menjagaku selamanya, tetapi janji itu berubah menjadi belati yang menghunus jantungku perlahan, namun pasti.

Dia, Min-ah, sahabatku sendiri, kini menjadi duri di hatiku. Kupikir kita adalah saudara jiwa, tetapi ternyata dia hanya serigala berbulu domba, mencuri kebahagiaanku di belakangku.

Namun, aku tidak akan menangis. Aku tidak akan membiarkan mereka melihat air mataku. Aku akan menghadapi ini dengan kepala tegak, dengan elegan, seperti yang selalu diajarkan ibuku. Aku akan merajut balas dendam dengan benang kesabaran dan strategi.

Perlahan, aku menarik semua investasiku dari perusahaanmu. Aku membocorkan rahasia gelapmu pada media. Aku membuatmu bangkrut secara perlahan, tanpa setetes darah pun tertumpah.

Aku melihatmu berlutut di hadapanku, Ji-hoon. Mata indahmu yang dulu memancarkan cinta, kini penuh dengan penyesalan. Kau memohon ampun, meminta kesempatan kedua. Tapi aku hanya tersenyum tipis.

"Dulu kau bilang aku adalah seluruh duniamu, Ji-hoon. Sekarang, rasakan bagaimana rasanya kehilangan seluruh dunia," ucapku pelan.

Min-ah, sahabatku yang berkhianat, kini hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah. Dia kehilangan segalanya: reputasi, teman, dan yang terpenting, harga dirinya.

Balas dendamku selesai. Aku menang. Tapi kemenangan ini terasa pahit. Aku kehilangan diriku sendiri dalam prosesnya. Cinta dan dendam… keduanya tumbuh dari tempat yang sama: hati yang terluka.

You Might Also Like: Tafsir Masuk Rumah Burung Pipit Menurut

OlderNewest

Post a Comment