Dracin Seru: Cinta Yang Mengirim Surat Dari Dunia Lain

Cinta yang Mengirim Surat dari Dunia Lain

Aroma dupa cendana menyeruak di antara rak-rak buku kuno. Mei Lan, seorang kurator muda di perpustakaan sejarah terpencil, merasakan denyut aneh di pelipisnya setiap kali menyentuh gulungan naskah berusia ratusan tahun. Ia merasa tarikan, sebuah memori samar yang terasa familiar namun tak terjangkau.

Suatu hari, ia menemukan sebuah kotak kayu terkunci. Di dalamnya, terdapat surat-surat yang ditulis dengan tinta yang hampir pudar, ditujukan kepada seorang putri bernama Yuehua. Surat-surat itu penuh kerinduan, pengkhianatan, dan janji cinta abadi dari seorang jenderal bernama Lin Wei.

Mei Lan terpaku. Nama-nama itu… terasa seperti miliknya. Bayangan kehidupan lampau mulai berkelebat: istana megah, taman bunga persik yang bermekaran, dan seorang pria dengan mata setajam elang. Lin Wei.

Melalui surat-surat itu, Mei Lan perlahan mengingat. Yuehua, seorang putri yang dicintai rakyatnya, dijebak oleh selir kesayangan Kaisar, Lian Fang. Lian Fang, yang menginginkan Lin Wei untuk dirinya sendiri, menuduh Yuehua berkhianat dan bekerja sama dengan musuh. Lin Wei, terperangkap dalam dilema antara cinta dan kesetiaan, terlambat menyadari kebenaran. Yuehua dieksekusi. Lin Wei, diliputi penyesalan, mengakhiri hidupnya sendiri.

Lian Fang… Nama itu beresonansi dalam diri Mei Lan dengan amarah yang membara. Kemudian, ia menyadari. Rekan kerjanya, Li Fang, yang selalu bersikap manis dan membantu, memiliki tatapan mata yang dingin dan kalkulatif. Sangat mirip.

Kebenaran menghantamnya seperti gelombang pasang. Li Fang adalah reinkarnasi Lian Fang. Dan ia, Mei Lan, adalah Yuehua yang kembali untuk menagih janji. Bukan dengan pedang atau racun, tapi dengan kekuatan takdir.

Mei Lan menemukan sebuah dokumen penting di antara arsip perpustakaan, sebuah manuskrip yang membuktikan bahwa Li Fang telah memalsukan silsilah keluarganya untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi. Ia menyerahkan dokumen itu kepada atasan mereka. Li Fang dipecat, reputasinya hancur berkeping-keping. Balas dendam yang halus, namun memuaskan.

Saat Li Fang meninggalkan perpustakaan, ia menatap Mei Lan dengan tatapan penuh kebencian. "Kau belum menang," bisiknya.

Mei Lan hanya tersenyum tipis. "Dunia ini luas, Li Fang. Karmamu akan menemukanmu."

Di malam yang sunyi, Mei Lan berdiri di bawah pohon persik yang sedang berbunga. Ia merasakan kehadiran Lin Wei di dekatnya, sebuah janji yang belum terpenuhi. Ia memegang sebuah surat yang ditulisnya sendiri, ditujukan kepada Lin Wei, jenderal yang dicintainya.

Kita akan bertemu lagi, Jenderal, di suatu tempat di antara bintang-bintang, di mana cinta tidak lagi dikhianati, dan janji ditunaikan—seribu tahun kemudian.

You Might Also Like: 0895403292432 Jual Skincare Aman Untuk

Post a Comment